Proses Pembelajaran Pendidikan Seni SMA N 1 Weleri

LATAR BELAKANG

Pendidikan seni merupakan segala usaha untuk meningkatkan kemampuan kreatif ekspresif anak didik dalam mewujudkan kegiatan artistiknya berdasarkan aturan – aturan estetika tertentu. Selain itu , mata pelajaran pendidikan seni di masukkan ke dalam kurikulum sekolah bertujuan untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat individual, sosial dan kultural yang tidak mampu dilayani oleh mata pelajaran lain. Pendidikan seni memenuhi kebutuhan yang bersifat indvidual karena melalui kegiatan berolah cipta seni dan berapresiasi terhadap nilai keindahan merupakan inti sari dari pendididikan seni,anak mendapatkan pengalaman individual yang memungkinkannya untuk berkembang menjadi pribadi yang utuh, mandiri dan bertanggungjawab. Pendidikan seni memenuhi kebutuhan yang bersifat sosial karena melalui seni kita berbagi rasa, kayakinan, dan nilai. Pendidikan seni memnuhi kebutuhan yang bersifat kultural karena seni merekam nilai dan keyakinan yang dianut oleh penciptanya . Pendidikan seni di sekolah dapat diterapkan melalui kegiatan ekstrakurikuler maupun intrakurikuler .  Oleh karena itu agar tujuan pendidikan seni di sekolah tercapai maka harus memiliki guru yang berkompeten dalam bidang seni dan juga fasilitas yang menunjang untuk pendidikan seni. Pada kesempatan kali ini penulis akan melakukan observasi tentang proses pembelajaran pendidikan seni di SMA N 1 Weleri.

LANDASAN TEORI

Pada dasarnya pendidikan seni di sekolah diarahkan untuk menumbuhkan kepekaan rasa estetik dan artistik sehingga terbentuk sikap kritis, apresiatif dan kreatif pada diri siswa secara menyeluruh, apabila dilakukan serangkaian proses kegiatan pada siswa yang meliputi kegiatan pengamatan, penilaian, dan pertumbuhan rasa memiliki melalui keterlibatan siswa dalam segala aktivitas seni di kelas atau di luar kelas. Dengan demikian pendidikan seni melibatkan semua bentuk kegiatan berekspresi, bereksplorasi,berapresiasi dan berkreasi melalui bahasa rupa, bunyi, gerak, dan peran (seni rupa, seni musik, seni tari dan seni drama). Masing – masing mencakup materi sesuai dengan bidang seni dan aktivitas dalam gagasan – gagasan seni, keterampilan berkarya seni serta berapresiasi dengan memperhatikan konteks sosial budaya masyarakat (Diknas, 2004:3). Guru pelaksana pendidikan seni adalah guru bidang studi lulusan lembaga pendidikan tinggi keguruan seni, sekalipun pada pelaksanaan pengajaran seni ia tidak banyak berintervensi pada kegiatan seni anak – anak, ia hanya memancing ide anak – anak yang pada suatu saat bisa diminta memberi contoh oleh anak – anak,atau tempat anak – anak berkonsultasi seperti saat mereka sedang menghadapi kesulitan (Garda 1985:11). Pendidikan seni merupakan bagian dari rumpun pendidikan nilai. Dalam konteks kebangsaan, pendidikan nilai erat kaitannya dengan pembentukan dan pengembangan watak bangsa. Pendidikan nilai adalah suatu proses budaya yang selalu berusaha meningkatkan harkat dan martabat manusia, membantu manusia berkembang dalam dimensi intelektual, moral, spiritual, dan estetika yang memuat nilai – nilai (Jazuli, 2008:26). Kesadaran dan komitmen untuk menanfaatkan seni dalam progam pendidikan di sekolah formal karean pendidikan seni memiliki karakteristik yang unik, bermakna, dan bermanfaat terhadap pertumbuhan dan perkembangan kepribadian peserta didik (Tri Hartini Retnowati,2010). Peraturan Pemerintah No 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, masalah kepekaan estetik memperoleh penekanan dalam pengembangan kemampuan peserta didik melalui kelompk mata pelajaran estetika. Pada peraturan ini mata pelajaran estetikayang harus dipelajari peserta didik mempunyai arah pengembangan untuk meningkatkan: (1) sensitivitas, (2) kemampuan mengekspresikan, dan  (3) kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni. Kemampuan mengapresiasi kenindahan dan harmoni mencakup apresiasi dan ekspresi, baik dalam kehidupan individual sehingga mampu menikmati dan mensyukuri hidup, maupun dalam kehidupan kemasyaraktan sehingga mampu menciptakan kebersamaan yang harmonis (BSNP,2006: 78-79). Pendidikan merupakan keterpaduan antara etika, iptek dan seni. Ketiga bidang ini salaing melakukan aksi dan interaksi seperti mata rantai yang tidak terputus, sehingga perlu adanya keseimbangan antara ketiga bidang tersebut. Di dalam pendidikan perlu mencakup tiga hal, yaitu (1) transdisiplin, (2) sistemik, (3) trilogi pendidikan yang meliputi basic science, budi pekerti dan tradisi baca tulis.(Eny Kusumastuti halaman 4)

PEMBAHASAN

SMAN 1 Weleri didirikan pada tanggal  9 oktober 1982 yang beralamatkan di Jalan Bahari No.17 Weleri , kabupaten Kendal, provinsi Jawa Tengah. Tepatnya berada di desa karanganom, sekolah tersebut letaknya kurang strategis  karena jauh dari jalan raya. Sekolah ini bisa ditempuh menggunakan sepeda motor dan angkutan umum seperti mobil kuning, becak, ojek, dll.  Jumlah seluruh siswa di SMAN 1 Weleri adalah 864 siswa yang terbagi menjadi kelas X,XI dan XII. Di SMAN 1 Weleri terdapat 2 progam studi yaitu MIPA (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) dan IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial. Fasilitas yang ada di SMAN 1 Weleri cukuplah lengkap. Namun  sangat di sayangkan fasilitas untuk  pendidikan seni kurang mendukung, misalnya untuk pendidikan seni rupa tidak adanya ruang untuk menyimpan peralalatan,  untuk seni musik sebagian besar peralatannya sudah tidak bisa digunakan karena rusak dan untuk seni tari tidak memiliki ruang khusus untuk latihan, siswa biasanya latihan di halaman sekolah.

Proses pembelajaran pendidikan seni  tidak terlepas dari adanya sumber daya manusia yaitu peran seorang guru didalamnya. Di SMA Negeri 1 Weleri memiliki 4 guru seni yaitu 1 seni music, dan 3 guru seni rupa, namun dari ketiga guru tersebut ada 2 guru yang bukan merupakan  lulusan seni namun dijadikan guru seni karena banyaknya kelas dan kurangnya jumlah guru karena di sekolah tersebut jumlah guru dibatasi jadi banyak guru yang mengajar tidak sesuai dengan bidangnya. Pada saat melakukan observasi, penulis melakukan wawancara dengan guru seni music dan seni rupa karena tidak adanya guru untuk lulusan seni tari. Untuk guru seni musik beliau bernama Hendy Ridwan Mas S.Pd, merupakan lulusan S1 jurusan Pendidikan Seni Musik Universitas Negeri Semarang tahun 2012 dan untuk guru seni rupa beliau bernama Suharti M.Pd, merupakan lulusan Universitas Negeri Semarang dan STIEPARI Semarang.

SMAN 1 Weleri juga mimiliki visi, misi, dan tujuan sekolah yang mendukung kegiatan pendidikan seni antara lain

Visi : MEWUJUDKAN MANUSIA BERBUDI PEKERTI LUHUR DAN BERPRESTASI UNGGUL YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN

Misi :

  1. Memberikan pembinaan mental, spriritual dan karakter secara terpadu
  2. Menciptakan lingkungan sekolah yang berbudaya positif
  3. Meberikan layanan pembelajaran yang aktif, inovatif, kratif, efektif dan menyenangkan
  4. Meningkatkan prestasi akademis dan non-akademis
  5. Menyediakan wahana pengembangan diri melalui bimbingan konseling dan ekstra kurikuler
  6. Memberikan pendidikan dan pendidikan vocasional untuk bekal hidup siswa
  7. Meningkatakan kerjasama dengan lembaga bimbingan belajar dan lembaga lain
  8. Menyediakan wahana komunikasi dan koordinasi secara internal dan eksternal
  9. Mewujudkan sekolah adiwiyata mandiri

Tujuan :

  1. Mewujudkan perilaku akhlak mulia da pribadi luhur
  2. Mewujudkan kehidupan akademis dengan budaya positif
  3. Meningkatkan kecerdasan
  4. Memperluas dan memperdalam ilmu pengetahuan dan teknologi
  5. Membekali keterampilan untuk hidup mandiri
  6. Mempersiapkan lulusan diatas standar kompetensi
  7. Mempersiapkan pendidikan lebih lanjut
  8. Menjalin komunikasi, koordinasi dan kerjasama secara internal dan eksternal
  9. Mewujudkan sekolah hijau berbasis konservasi lingkungan

Dari visi dan misi diatas, SMA Negeri 1 Weleri memiliki tujuan “ Mewujudkan kehidupan akademis dangan budaya positif “ hal tersebut merupakan upaya sekolah agar siswa –siswinya memiliki rasa cinta terhadap budaya.

Materi pendidikan seni  di SMA Negeri 1 Weleri menggunakan kurikulum 2013, baik seni music maupun seni rupa. Pada kurikulum 2013 ini siswa dituntut untuk aktif dan kreatif. untuk  pendidikan seni musik  diberikan kepada kelas 10 dan 11,  untuk seni rupa hanya diberikan kepada kelas 12, sedangkan untuk seni tari tidak diberikan karena ketidak adanya guru. Untuk meteri seni music kelas 10 yaitu music tradisional, kelas 11 menganalisis isi lagu. Sedangkan untuk materi seni rupa yaitu gambar proyeksi. Untuk metode pembelajaran pendidikan seni di SMA Negeri 1 Weleri menggunakan kurikulum 2013, yaitu guru menyampaikan teori setelah itu praktik secara langsung. Untuk pendidikan seni  guru lebih memperbanyak  praktik dari pada teori. Dan juga siswa dituntut untuk aktif dan kreatif dalam pendidikan seni

Dalam kegiatan belajar mengajar, guru memiliki tujuan umum dan khusus dalam proses pembelajaran. Tujuan umum proses pembelajaran yaitu untuk mengolah bakat yang dimiliki oleh anak. Tujuan khusus pembelajaran yaitu untuk mengasah kreativitas anak dan juga untuk membentuk karakter anak didik yang berjiwa seni. Dalam proses kegiatan pembelelajaran media yang digunakan guru yaitu LCD, Proyektor, Laptop, Papan Tulis dan Sound yang di fasilitasi oleh sekolah. Evaluasi untuk pendidikan seni di SMA Negeri 1 Weleri biasanya dengan cara tes tertulis, pementasan untuk seni musik dan pameran hasil karya untuk seni rupa. Setiap guru seni juga memiliki paradigm tentang pendidikan seni, misalnya paradigma berfikir  pendidikan seni menurut Bapak Hendy Ridwan Mas yaitu pendidikan seni penting diberikan untuk siswa SMA karena siswa tidak hanya memerlukan ilmu akademis, siswa juga perlu berkarya seni dan Paradigma berfikir tentang pendidikan seni menurut Ibu Suharti pendidikan seni penting diberikan untuk siswa SMA karena untuk mengembangkan otak kreativitas anak agar tidak mudah stress.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *